GENDUT? SIAPA TAKUT!





SINOPSIS:

”Tahu nggak keuntungan punya pasangan gendut dan doyan makan? Selain empuk kalau dipeluk, lo nggak akan kelaperan karena dia selalu punya stok makanan.”

Seandainya semua pria di dunia ini menyadari keuntungan punya pasangan gendut, nggak bakalan Moza Aphrodite menjomblo bertahun-tahun. Sial memang! Segala kisah cinta manis dengan tokoh sempurna yang pernah Moza tulis seolah mengkhianatinya.
Harapan datang ketika Moza bertemu Dafian Jatmiko, sutradara dan produser tampan yang tertarik memfilmkan novel karya Moza. Sikap Dafi yang perhatian mampu membuat Moza rela diet mati-matian demi mendapatkan hati pria itu.

 
Sayangnya, perhatian lebih justru mendadak datang dari Nareswara Radeva, cowok paling tengil dan paling Moza benci seumur hidupnya. Teman masa kecil yang kerap menjaili dan mengatainya gendut seperti si Komo, ternyata diam-diam menyimpan suka. Moza juga tak sanggup terus membenci, karena sosok Nares sekarang sungguh berbeda, sekaligus… menggoda.

Kini Moza tak boleh lagi berkutat di dunia imajinasi, ia harus mulai merancang kisah cintanya sendiri. Menyambut cinta yang melampaui urusan fisik. Karena, kebaikan hatilah yang mengikat cinta untuk selamanya.





PENDAPAT PEMBACA:

Novel ini memiliki alur cerita yang unik, setelah hadirnya seseorang dari masa lalu yang dulunya sangat dibenci kehidupan seorang Moza berubah. Novel ini selalu mengajarkan pembaca untuk selalu menerima kekurangan seseorang, karena dalam novel bukan hanya gendut yang dirasa menjadi 'kekurangan' tapi masih banyak lagi kekurangan-kekurangan tokoh lainnya yang sangat penting untuk dijadikan pembelajaran dimasa sekrang. Setelah membaca ini mungkin akan banyak perempuan-perempuan gendut yang ingin memiliki pasangan seperti seorang Nareswara. sejatinya fisik bukanlah segalanya, karena kesempurnaan itu sendiri tak pernah bisa dinilai dengan netra.

Pesan untuk orang yang selalu menjadikan fisik sebagai dasar utama penilaian. Kenapa harus selalu menilai fisik seseorang? kenapa selalu mengagnggap remeh orang lai? kenapa tidak intropeksi diri? Buat saja dirimu menjadi sempurna, tolong jangan kritik orang lain dengan batas sempurna yang kamu ciptakan.

Setelah membaca ini semoga tidak ada yang menilai orang dari fisiknya lagi, karena Semua manusia ingin memiliki fisik yang luar biasa sempurna, tapi balik lagi, kita hanya seorang manusia yang tidak pantas mengeluhkan hasil ciptaan-NYA, siapa kita dibandingkan dengan Tuhan pemilik alam semesta ini?


Tidak ada komentar:

Posting Komentar